Sunday, May 12, 2013

Pesantren dan Pemahaman Keorganisasian


DUIJT,, 13 Mei 2013
Sebuah organisasi sepatutnya mengkader penerusnya untuk meneruskan visi misi organisasi yangnantinya menjamin kelangsungan hidup organisasi tersebut. Namun ada sebuahrealitas lain dalam perkembangan organisasi NU yang basis terkuatnya ada dipesantren. Justru di pesantren amatlah jarang (sepengetahuan penulis) adaasupan pengetahuan tentang dasar-dasar organisasi apalagi pengkaderan dalambentuk pengenalan struktur maupun yang lain.

Alih-alih tentangorganisasi, aswaja saja barangkali jarang dikenalkan secara eksplisit dipesantren. Lalu bagaimana sebenarnya pesantren bisa disebut basis NU padahal iatak mengenalkan organisasi tersebut. Disinilah letak dinamika keislaman yangcukup unik. Perlulah diingat bahwa NU berdiri tidaklah atas semangat organisasiataupun kemandirian, namun atas semangat pembentengan dari pemahamanpembaharuan yang banyak menentang praktek ritual tradisional islami yang umumdiketemukan di kalangan pesantren. Dari sini kemudian ditarik sebuah fakta,bahwa organisasi bukanlah sebuah alat vital pembentengan tersebut, yang vitaladalah pemahaman-pemahaman yang coba ditanamkan untuk mengahalau ide-idepembaharuan.

Pada dasarnya pemahaman tersebut tidaklah terbatas pada dasar-dasar NU yang berpegang pada 4 madhab dalamfiqh, al-Ghazali dan al-Junaid dalam tasawuf, serta asy’ari-maturidi dalamaqidah. Pemahaman aswaja yang diajarkan lewat kurikulum amatlah luas yang andai coba dibatasi adalah pemahaman-pemahaman yang diajarkan oleh pesantren yangbisa saja meluas seiring update pesantren pada informasi pengetahuanulama’-ulama’ klasik. Dalam bayangan penulis, andai praktek filologi terusdigalakkan maka tidak menutup kemungkinan muncul nama-nama baru yang nantinya menjadi figur panutan.

Dengan demikian, dengan sendirinya tanpa mengenalkan “Aswaja ala NU”, santri telah terkader untukberada dalam jalan pemahaman manhaj sunni ala pesantren, bukan yang sudahmenyempit ala NU. Pesantren bisa dikatakan bukanlah NU seutuhnya, tapi NU adalahbagian dari pesantren. Sekian.
(Naseef-01)

No comments:

Post a Comment